Just Share About What I Know

Just Share About What I Know
Erlik Fauziyah

Selasa, 19 Juni 2012

Ups, Ketahuan !!!......



UAS hari ke-dua, mulai berasa banget ni mumetnya.. Versus Matkul Kalkulus 2 oleh Dosen pengajar kami Ibu Sikky El-Walida tercinta..
Sepuluh menit lagi kami memasuki ruangan, sebagian mahasiswa menyiapkan materinya didepan ruangan, sebagiannya lagi masih sibuk dengan mengotak-atik ponsel masing-masing. Setelah nomor urut bangku ujian dipampang semua pada menyerbu, berharap ada perubahan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, nomor urut bangku peserta ujian tetap sama saja seperti yang kemarin ketika Matkul ISBD (Ilmu Sosila dan Budaya Dasar) berlangsung. 

Waktu Teng !!!
Mahasiswa memasuki ruangan, pengawas membagikan LJK beserta soal ujian. Mahasiswa menduduki kursi ujian sesuai nomor urut. Kira-kira satu jam ujian berlangsung, suasana diruangan lumayan hening. Disana-sini para pengawas berkeliaran. Memastikan kalau keadaan atau suasana ujian tenang dan aman-aman saja dari gangguan trouble maker.

Beberapa menit kemudian, mahasiswa disebelahku mulai beraksi. Mata tajamnya luwes banget menyapu sekeliling. Dan syaap, LJK-ku jadi korban sasarannya..

Dia  : Syuut, Liat jawaban nomor 4 dong...!!!
Aku : Belom ni bentar lagi slesei...
Dia  : Iyah, kalo udah bilang-bilang yaa..
Aku : Hmm... (Sambil mengangguk)
Dia  : Siiip....

5 Menit Kemudian....
Mungkin aja dia nggak sabar liatin aku nggak cepet-cepet ngasih aba-aba...

Dia  :  Cuuyy, liat dong.. aku belom nii...
Aku : Iyah bentar, ini masih ngitung jgag...
Dia  : Yang cepet yaa ngitungnya,..
Aku : Iyaa,.. dalam hati (udah nyontek, tapi bawelnya minta' ampun)
Dia  : Oke..
Aku : Nih udah,.. (sambil noleh sekilas)
Dia  : Agak dijatuhin dikit dong LJK-mu biar aku jelas ngeliatnya,..!!!
Aku : Iyah-iyah

Tiba-tiba, kriuk-kriuk... Perutku keroncongan, sakit banget rasanya... ini aksinya merem sambil meremas-remas perut. sementara Mahasiswa disebelahku masih asyik dengan aksi contekannya. Tanpa menengok depan-belakang, maupun kanan-kiri....

Seketika...

P   : Iyah silahkan catat Nama anda, NIM, TTD, beserta Jenis Pelanggarannya...

Si pengawas menjulurkan selembar kertas sama dia. Si mahasiswa disamping kananku itupun terkejut dan melongok tanpa ekspresi sambil meraih kertas tersebut. Menuruti perintah.

Kukira hanya dia saja yang kena, tapi...

P     : Sekarang giliran kamu, ngisi absen pelanggaran...
Aku : Oh noo...!!! Ampun biyung... saya kan nggak nyontek pak....!!!
P     : Iyah, sama saja.... karena kamu jugaa ikut berperan...
Aku : Yaaah pak, kok gitu sih??!... gak tuh namanya seharusnya yang nyontek aja dong pak namanya yang            masuk daftar pelanggaran...
P     : Kayak pasar aja pake' nawar-nawar segala, udah cepetan tulis !!!
Aku : Iyah pak maaf....!!! sambil gerutu (udah perut gw sakit banget jgag, ah bulshiit...!!!)

Setelah pengawas berlalu dengan lembarannya, mahasiswa disebelahku itupun tnggak ada kapok-kapoknya noleh ke aku lagi,..sambil bertanya...

Dia  : Aku nomor 4 belom slesei nii...
Aku : Ihh F*ck,... (Masalah buat gw??! Gada kapok-kapoknya jgag ni anak....)
Dia  : ###@**^%..........


NB : P = Pengawas Ujian

* Ya Allah, Tolong selamatkan nilai Kalkulus 2- ku,..Amien...✿◕ ‿ ◕✿





Kamis, 07 Juni 2012

Malang Kembali VII


Senang sekali rasanya bisa nge-share lagi di blog ini, kali ini saya akan menyinggung tentang event nostalgia Malang Kembali VII yang sempat saya kunjungi kemarin, tepatnya pada hari ke-3. 

Yuk langsung saja...!!!

          Festival Malang Kembali VII atau dengan kata lain, orang-orang lebih mengenalnya dengan Malang Tempo Doeloe, dan itupun terkadang lebih banyak lagi yang menyebutnya dengan MTD (Singkatan dari Malang Tempoe Doeloe). Yang saya tahu, event tahunan ini memang rutin digelar oleh PEMKOT Malang, Jawa Timur. Kemarin agenda ini dibuka sejak tanggal 24-27 Mei 2012, festival favorit yang digemari masyarat setempat, pengunjung dari berbagai kota maupun mancanegara ini berlangsung selama 4 hari, tepatnya di sepanjang Jalan Ijen, Dinoyo- Malang. 

           Lautan manusia memenuhi sepanjang jalan ijen, kurang lebih dua kilometer. jalan-jalan yang disisi kanan dan kirinya dibatasi dengan berdirinya stand-stand terasa sesak sekali dihebohi para pengunjung. Dan kebetulan sekali, saya berkunjung kesananya tepat pada malam minggu. ya ampun pas banget rasanya,..hehehe... yah hitung-hitung anggap saja sebagai alternatif buat latihan naik haji kelak...Amien Ya Rabb...!!! 

                                       
                Sob, ini salah satu cuplikan bahwa betapa berpartisipasinya para pengunjung dalam acara festival Malang Tempo Doeloe (MTD).

 






Diatas adalah gambar kumpulan benda-benda antik yang sengaja saya ambil ketika saya dan kawan-kawan saya mengunjungi sebuah galeri foto. Uniknya, yang kami tahu ketika hendak memasuki wahana ini harus dikenakan biaya, yakni sebesar 5.000 perak.. Hehehe ternyata bukan hanya parkir kendaraan saja yang dikenakan karcis, galeri foto juga. Dengan ketentuan, bayar Rp. 5.000 saja, kita sudah mengambil gambar kita sepuasnya. Seru kan...


Ini gambar yang berhasil ditangkap teman saya, ketika saya sedang asyik menikmati minuman es teh disebelah PakDe Tempo Doeloe...


Ini merupakan salah satu asset Festival Malang Tempo Doeloe, Galeri Hantu Keliling yang sengaja berkeliaran ditengah-tengah keramaian para pengunjung.


Ini salah satu dari sekian banyak potret yang berhasil saya abadikan ketika suasana Festival MTD hendak menyapa malam. 

          Yang saya rasakan, suasana dingin dan segar kota malam saat itu sama sekali tak terasa, akibat dari muntabnya para pengunjung, yang total jumlahnya jauh melejit diluar dugaan. Itu menandakan bahwa Festival yang digelar oleh PemKot Malang ini sudah lewat batas sukses. Hampir banyak pihak diuntungkan dengan diadakannya Agenda rutin tahunan ini. Mulai dari pencopet, pengamen, pemulung, pengemis, tukang parkir, sopir angkot, tukang pijat, tukang gulali, penjual aneka makanan tempo doeloe, penjual batik dan masih banyak lagi lainnya yang rasanya tak mungkin saya sebutkan satu-satu disini. 

Ehmm lalu bagaimana dengan kota-kota lain??! Kira-kira ada yang tahu kota manakah yang mampu menggelar event sesukses MTD, jika dipandang dari kacamata ekonomi yang lebih mampu menyukseskan banyak pihak seperti yang telah disebutkan diatas?? Bukankah sebenarnya mereka jauh lebih mampu menggelar acara sampai sesukses ini?? 



Lantas sebenarnya, apa yang menjadi kendala utama bagi mereka, demi menggelar agenda khas disetiap kota semacam ini, dengan tujuan untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat??!