Senang sekali rasanya bisa nge-share lagi di blog ini, kali ini saya akan menyinggung tentang event nostalgia Malang Kembali VII yang sempat saya kunjungi kemarin, tepatnya pada hari ke-3.
Yuk langsung saja...!!!
Festival Malang Kembali VII atau dengan kata lain, orang-orang lebih mengenalnya dengan Malang Tempo Doeloe, dan itupun terkadang lebih banyak lagi yang menyebutnya dengan MTD (Singkatan dari Malang Tempoe Doeloe). Yang saya tahu, event tahunan ini memang rutin digelar oleh PEMKOT Malang, Jawa Timur. Kemarin agenda ini dibuka sejak tanggal 24-27 Mei 2012, festival favorit yang digemari masyarat setempat, pengunjung dari berbagai kota maupun mancanegara ini berlangsung selama 4 hari, tepatnya di sepanjang Jalan Ijen, Dinoyo- Malang.
Lautan manusia memenuhi sepanjang jalan ijen, kurang lebih dua kilometer. jalan-jalan yang disisi kanan dan kirinya dibatasi dengan berdirinya stand-stand terasa sesak sekali dihebohi para pengunjung. Dan kebetulan sekali, saya berkunjung kesananya tepat pada malam minggu. ya ampun pas banget rasanya,..hehehe... yah hitung-hitung anggap saja sebagai alternatif buat latihan naik haji kelak...Amien Ya Rabb...!!!
Sob, ini salah satu cuplikan bahwa betapa berpartisipasinya para pengunjung dalam acara festival Malang Tempo Doeloe (MTD).
Ini gambar yang berhasil ditangkap teman saya, ketika saya sedang asyik menikmati minuman es teh disebelah PakDe Tempo Doeloe...
Ini merupakan salah satu asset Festival Malang Tempo Doeloe, Galeri Hantu Keliling yang sengaja berkeliaran ditengah-tengah keramaian para pengunjung.
Ini salah satu dari sekian banyak potret yang berhasil saya abadikan ketika suasana Festival MTD hendak menyapa malam.
Yang saya rasakan, suasana dingin dan segar kota malam saat itu sama sekali tak terasa, akibat dari muntabnya para pengunjung, yang total jumlahnya jauh melejit diluar dugaan. Itu menandakan bahwa Festival yang digelar oleh PemKot Malang ini sudah lewat batas sukses. Hampir banyak pihak diuntungkan dengan diadakannya Agenda rutin tahunan ini. Mulai dari pencopet, pengamen, pemulung, pengemis, tukang parkir, sopir angkot, tukang pijat, tukang gulali, penjual aneka makanan tempo doeloe, penjual batik dan masih banyak lagi lainnya yang rasanya tak mungkin saya sebutkan satu-satu disini.
Ehmm lalu bagaimana dengan kota-kota lain??! Kira-kira ada yang tahu kota manakah yang mampu menggelar event sesukses MTD, jika dipandang dari kacamata ekonomi yang lebih mampu menyukseskan banyak pihak seperti yang telah disebutkan diatas?? Bukankah sebenarnya mereka jauh lebih mampu menggelar acara sampai sesukses ini??
Lantas sebenarnya, apa yang menjadi kendala utama bagi mereka, demi menggelar agenda khas disetiap kota semacam ini, dengan tujuan untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat??!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar